Get this widget!

Bullying Number and Solution About It Nowadays bullying is already familiar in Indonesia. Bullying is an unpleasant action that is done i...


Bullying Number and Solution About It


Nowadays bullying is already familiar in Indonesia. Bullying is an unpleasant action that is done intentionally or not and can cause physical trauma and / or inner trauma. Bullying is the act of using force to bring harm to a person or persons who are verbally, physically and psychologically victimized, traumatized, and helpless (sejiwa, 2008) . The number of bullying acts in Indonesia is very high, this was reported by the results of research program for the International Students Assessment (PISA) in 2018, Indonesia ranked fifth highest number of cases of bullying with a percentage reaching 41.1% compared to 78 member countries of the OECD (Organization for Economic Co-operation and Development).

Bullying can occur related to public knowledge and education about what actions are included in the bullying itself. Considered, usually not aware of bullying. To educate the public at large and comprehensively so that they can deal with any type of action that includes bullying

In addition, acts of bullying can occur because it involves the nature of the individual, it causes social sensitivity to increasingly limit the limits on other people to be less noticed. The solution is to revive the social life of the community by holding various positive activities that can be a forum for community activities. This is important to do to protect individual traits because bullying must position itself on the part that is not appropriate when applied with others with different characters.

On the other hand, acts of bullying can also occur due to a decreased understanding of shari'a law in the existing social system. Thus, efforts to reduce the level of bullying can be done through a number of basic actions. Consider, provide understanding to the public about the law of the social system so that the boundaries of relationships become clear and can reduce the level of intimidation that can be done.

In conclusion, although the problem of bullying seems unlikely to be eliminated, there are concrete steps that can be taken to reduce the amount of intimidation. The government and the community can collaborate to provide education about the types including bullying and sharia rules for all levels of society. In addition, the community can increase social activities so as to improve individual traits and increase social sensitivity. If the level of education and social sensitivity has increased, everyone can participate in the amount of bullying that exists.


References:

Sejiwa, 2008. Bullying : Mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar anak. Jakarta: PT Grasindo.

UNESCO, 2019. Behind the numbers: Ending school violence and bullying. france: UNESCO.



Asrama mahasiswa merupakan salah satu fasilitas Universitas Airlangga yang diperuntukkan utamanya bagi seluruh mahasiswa baru Universitas A...

Asrama mahasiswa merupakan salah satu fasilitas Universitas Airlangga yang diperuntukkan utamanya bagi seluruh mahasiswa baru Universitas Airlangga. Fasilitas asrama yang ditawarkan terdiri dari dua gedung dimana terbagi menjadi asrama khusus putra dan asrama khusus putri. Keduanya berada cukup berjauhan. Mahasiswa yang diterima menjadi penghuni asrama putri ini memiliki hak untuk menggunakan fasilitas asrama selama sekuang kurangnya 2 semester dan selebih lebihnya 4 semester. Berbeda dengan asrama putri, penghuni asrama putra Universitas Airlangga dapat menyewa kamar dan fasilitas yang ada sampai selebih lebihnya 8 semester.

                Asrama putri UNAIR terletak di dalam area kampus C tepatnya di dekat Fakultas Keperawatan dan di depan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga. Tempatnya yang strategis dan dekat dengan semua  fakultas di kampus C menjadi salah satu daya tarik yang diberikan. Selain itu biaya sewa yang murah juga turut menjadi pertimbangan. Asrama putri UNAIR ini juga dinilai menjadi solusi yang cukup baik untuk para orang tua yang merasa khawatir terhadap dunia perkuliahan putrinya. Melihat dari adanya jam malam yaitu pukul 22.30 yang diterapkan, orang tua juga tidak perlu merasa khawatir terhadap kedisiplinan anak yang notabennya masih baru lulus dari kehidupan sekolah menengah atas.

Sebagaimana wawancara yang telah saya lakukan dengan salah satu pendaftar mengenai alasannya memilih asrama putri UNAIR,
“Saya memilih asrama karena yang pertama dekat dengan fakultas saya di keperawatan. Yang kedua, karena orang tua merasa lebih percaya dengan keamanannya, ada kegiatan rutin dan juga waktunya yang lebih teratur. Selain itu, saya jarang keluar malam, jadi mungkin bisa merasa lebih nyaman di asrama karena suasananya berasa tetap jadi anak rumahan. Bisa lebih disiplin juga”. Ujar Fira, salah satu pendaftar asrama putri UNAIR yang berasal dari fakultas keperawatan 2019.

Hingga saat ini (13/05/19) baru ada maba (Mahasiswa Baru) dari jalur SNMPTN, namun pendaftar asrama putri UNAIR sudah hampir melebihi target. Pendaftar-pendaftar tersebut berasal dari mahasiswa baru jalur SNMPTN maupun mahasiswa semester 2 yang hendak melanjutkan pada tahun kedua. Untuk mahasiswa baru, syarat pendaftaran yang diberikan adalah fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP, fotokopi slip gaji orang tua, fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sementara atau bukti daftar ulang, foto diri ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar, biaya pendaftaran sebesar Rp200.000, serta melampirkan SKCK. Sedangkan bagi mahasiswa semester 2, diwajibkan mengisi formulir perpanjangan kepenghunian yang berisikan data diri, alasan mendaftar kembali, serta kegiatan asrama yang pernah diikuti selama dua semester kepenghunian. Seleksi yang dilakukan oleh pihak asrama adalah meliputi besarnya gaji orangtua dan jarak rumah dari kampus. Meskipun demikian, pemilihan penghuni asrama yang dilakukan lebih diutamakan untuk mahasiswa baru. Pengumuman kepenghunian asrama putri Universitas Airlangga 2019 adalah pada tanggal 17 Juni 2019. Pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi, diwajibkan melunasi biaya sewa selama satu tahun sejumlah Rp.2.160.000 dan mengisi surat perjanjian kepenghunian beserta menandatangani tata tertib yang sudah dibuat. Sehingga, hanya dengan biaya Rp 180.000 per bulan, mahasiswa putri Universitas Airlangga sudah dapat menikmati fasilitas gedung tiga lantai yang dilengkapi dengan 2 kantin, 3 dapur, aula, dan musholla yang sudah disediakan.


Tampak dalam asrama putri UNAIR


Dokumen penulis.2018


KONDISI POLITIK  PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL Setelah dibubarkannya RIS, sejak tahun 1950, RI Melaksanakan demokrasi parlementer y...

KONDISI POLITIK 

PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL


Setelah dibubarkannya RIS, sejak tahun 1950, RI Melaksanakan demokrasi parlementer yang Liberal dengan mencontoh sistem parlementer barat, dan masa ini disebut Masa demokrasi Liberal. Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomi dan berdasarkan Undang undang Dasar Sementara tahun 1950 yang juga bernafaskan liberal. Akibat pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan RI dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR). Sistem politik pada masa demokrasi liberal telah mendorong untuk lahirnya partai partai politik, karena dalam sistem kepartaian menganut sistem multi partai.


             Demokrasi Liberal berlangsung selama hampir 9 tahun, dalam kenyataanya rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sisten Demoktasi Liberal tidak cocok dan tidak sesuai dengan pancasila. Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengumumkan dekrit mengenai pembubaranKonstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950 karena dianggap tidak cocok dengan kedaan ketatanegaraan Indonesia. 

bagaimana perkembangan politik bangsa indonesia pada masa demokrasi liberal? mari perhatikan ulasan berikut ya akhi ya ukhti ^^

  1. KONDISI SOSIAL BUDAYA PADA MASA KABINET NATSIR

KABINET NATSIR (6 September 1950 - 21 Maret 1951) Kabiet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin Masyumi, di mana PNI sebagai partai kedua terbesar dalam parlemen tidak turut serta, karena tidak diberi kedudukan yang sesuai. Kabinet ini merupakan kabinet dimana tokoh-tokoh terkenal duduk di dalamnya, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Mr. Asaat, Ir. Djuanda, dan Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, sehingga kabinet ini merupakan Zaken Kabinet.


a.       Program - program dari Kabinet Natsir, di antaranya meliputi :

  • Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan umum untuk Konstituante.

  • Mencapai konsolidasi dan penyempurnaan susunan pemerintahan serta membentuk peralatan negara yang kuat dan daulat.

  • Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman

  • Menyempurnakan organisasi Angkatan perang dan pemulihan bekas bekas anggota tentara dan gerilya dalam masyarakat.

  • Memperjuangkan penyelesaian soal Irian Barat secepatnya.

  • Mengembangkan dan memperkokoh kesatuan ekonomi rakyat sebagai dasar bagi pelaksanaan ekonomi nasional yang sehat.

  • Membantu pembangunan perumahan rakyat serta memperluas usaha usaha meninggikan derajat kesehatan dan kecerdasan rakyat

b.       Keberhasilan yang pernah dicapai Kabinet Natsir :

  • Di bidang ekonomi, ada Sumitro Plan yang mengubah ekonomi kolonial ke ekonomi nasional

  • Indonesia masuk PBB

  • Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.

c.       Kendala/ Masalah yang dihadapi      :

  • Pada penerapan Sumitro Plan, pengusaha nasional diberi bantuan kredit, tetapi bentuan itu diselewengkan penggunaannya sehingga tidak mencapai sasaran.

  • Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu (kegagalan).

  • Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS.

d.      Berakhirnya kekuasaan kabinet   Natsir      : 

Penyebab jatuhnya Kabinet Natsir dikarenakan kegagalan Kabinet ini dalam menyelesaikan masalah Irian Barat dan adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Kabinet Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

2.       Apa sajakah dampak dari perjanjian MSA pada Kabinet Sukiman?

Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika.

  • Keuntungan
o      Pembuatan kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan legislatif dan eksekutif
o      Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijkan jelas
o      Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan
o      Indonesia mendapat bantuan ekonomi dan militer

  • Akibat

  • Dalam perjanjian itu juga tercantum sebuah poin yang membatasi kebebasan politik luar negeri pemerintah Indonesia. Dalam hal ini kebijakan politik luar negeri pemerintahan Indonesia harus memperhatikan kepentingan luar negeri pemerintah Amerika Serikat.

  • Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat.

  • Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut.

  • DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden.

  • Ahmad Soebardjo  selaku Menteri Luar Negeri mengundurkan diri

  • Sukiman menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada 23 Februari 1952

3.    Analisis Peristiwa Tanjung Morawa pada masa Kabinet Wilopo

  • Latar belakang

        Peristiwa Tanjung Morawa terjadi disebabkan pula oleh adanya ketidakpuasan petani yang hendak dipindahkan ketempat yang lain oleh pemerintah dalam hal ini oleh Gubernur Sumatera Utara Abdul Hakim, karena proses dan hasil yang diperoleh sangat jauh berbeda dengan tanah yang telah mereka tempati sebelumnya. Akibatnya ketidakpuasan ini mengarah pada aksi demonstrasi untuk menggagalkan pentraktoran. Peristiwa Tanjung Morawa mendapat reaksi baik dari pemerintah pusat, pihak oposisi, maupun masyarakat. Karena peristiwa itulah golongan yang anti kabinet, termasuk tokoh-tokoh penganjur persatuan dari PNI, mencela tindakan pemerintah. Akibatnya Sidik Kertapati dari SAKTI (Sarekat Tani Indonesia) yang berhaluan kiri mengajukan mosi tidak percaya kepada cabinet dan sebelum mosi diputuskan, kabinet Wilopo mengembalikan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 2 Juni 1953.

  • Kronologi Peristiwa

         Pada tahun 1953 Pemerintah RI Karesidenan Sumatera Timur merencanakan untuk mencetak sawah percontohan di bekas areal perkebunan tembakau di desa Perdamaian,Tanjung Morawa. Akan tetapi areal perkebunan itu sudah ditempati oleh penggarap liar. Di antara mereka terdapat beberapa imigran gelap Cina. Usaha pemerintah untuk memindahkan para penggarap dengan memberi ganti rugi dan menyediakan lahan pertanian, dihalang-halangi oleh Barisan Tani Indonesia (BTI), organisasi massa PKI. Oleh karena cara musyawarah gagal, maka pada tanggal 16 Maret 1953 pemerintah terpaksa mentraktor areal tersebut dengan dikawal oleh sepasukan polisi. Untuk menggagalkan usaha pentraktoran, BTI mengerahkan massa yang sudah mereka pengaruhi dari berbagai tempat di sekitar Tanjung Morawa. Mereka bertindak brutal. Polisi melepaskan tembakan peringatan ke atas, tetapi tidak dihiraukan, bahkan mereka berusaha merebut senjata polisi. Dalam suasana kacau, jatuh korban meninggal dan luka-luka.


4.    Pada masa Kabinet Sastroamijoyo terjadi koalisi antara PNI dan NU dan Masyumi menjadi oposisi. Apa sajakah dampaknya pada kondisi politik di Indonesia

  • Dipimpin Oleh : Mr. Ali Sastroamijoyo

  • Program        :

1.      Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu.

2.      Pembebasan Irian Barat secepatnya.

3.      Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB.

4.      Penyelesaian Pertikaian politik

  • Hasil               :

·         Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955.

·         Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.

  • Kendala/ Masalah yang dihadapi            :

·         Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan, seperti DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh.

·         Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Masalah TNI AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet. Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD. Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta. Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru.

·         Keadaan ekonomi yang semakin memburuk, maraknya korupsi, dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan.

·         Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

·         Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan, NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya.

  • Berakhirnya kekuasaan kabinet   :

NU menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya                 inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden.


5.    Pada masa Kabinet Burhanudin Harahap ( 12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) terjadi pelaksanaan pemilu pertama kali. Bagaimana kondisi rakyat saat itu?

Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI.
            Keberhasilan penyelenggaraan pemilu tahun 1955 menandai berakhirnya masa tugas kabinet burhanuddin harahap, dengan ini bangsa indonesia berharap segera dibentuk kabinet baru yang akan bertanggung jawab pada parlemen baru.

6.    Analisis Gerakan Assaat pada masa Kabinet Sasroamidjojo

Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, muncul "Gerakan Assaat", suatu gerakan yang diprakarsai Mr.Assaat. Gerakan ini menuntut pembedaan perlakuan dan pemberian fasilitas kepada pengusaha-pengusaha "asli" dan "pribumi". Mr.Assaat yang pada saat itu menjadi anggota parlemen yang dekat dengan Masjumi, mendesak pemerintah agar mengeluarkan peraturan untuk menghentikan keterlibatan orang-orang Tionghoa, baik warga negara Indonesia maupun asing, dari berbagai bidang usaha yang dianggap menguntungkan. Dengan terus terang ia menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program-program anti Tionghoa. Menurut pandangannya, orang Tionghoa tidak bisa dipercaya dan tidak boleh dibiarkan menguasai ekonomi Indonesia. Ia juga menyerang orang Tionghoa sebagai golongan yang tidak loyal kepada negara, malahan menyatakan bahwa golongan keturunan Arab berbeda dengan orang Tionghoa dan harus dikatagorikan sebagai "asli".


7.    Pada masa Kabinet Djuanda terdapat kalimat Perdana Menteri tanpa formatur. Apa maksudnya dan mengapa muncul Deklarasi Djuanda

Setelah Kabinet Ali Sastroamidjojo I dinyatakan demisioner, Hatta selaku pejabat Presiden, Presiden Soekarno sedang menunaikan ibadah haji, segera mengadakan pertemuan dengan pimpinan partai untuk menentukan formatur kabinet. Formatur kabinet mempunyai tugas pokok membentuk kabinet dengan dukungan yang cukup dari parlemen yang terdiri dari orang-orang yang jujur dan disegani. Tuntutan ini kemudian berhasil dipenuhi oleh Burhanuddin Harahap selaku formatur yang ditunjuk oleh Hatta. Pada tanggal 11 Agustus 1955, Kabinet yang dipimpin oleh Burhanuddin Harahap diumumkan.



terimakasih telah membaca yeyyy ^^

GOLDEN SNOW BALL    Kerajinan lucu ini terbuat dari bahan bahan bekas, sederhana, dan mudah ditemukan. Ditambah dengan glitter e...

GOLDEN SNOW BALL



   Kerajinan lucu ini terbuat dari bahan bahan bekas, sederhana, dan mudah ditemukan. Ditambah dengan glitter emas yang dapat menambah kesan dramatis di dalamnya. Bentuknya yang unik dan cara pembuatannya yang mudah untuk dibuat di rumah bagi pemula, membuat Golden Snow Ball ini sangat cocok digunakan sebagai hiasan kamar anak, serta dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan yang unik. Proses perputaran Glitter yang lembut juga dapat membantu menenangkan hati siapa saja yang memandangnya.
   Cara peralawatannya pun tidaklah rumit, Anda hanya perlu membersihkan sisi luarnya dengan tisu basah atau sejenisnya. Anda juga tidak perlu meragukan keawetannya, karena ia mampu bertahan dalam kurun waktu bertahun-tahun dengan penggantian air secara periodik tiap tahunnya. Tunggu apa lagi? Ayo manfaatkan barang bekas di sekitarmu dengan bijak. Sedikit sentuhan mampu merubah manfaatnya!
   Dan inilah yang perlu kalian siapkan untuk membuatnya.. Selamat mencoba ^^

Alat dan bahan: 
1. Lem super
2. Toples bekas
3. Glitter
4. Air
5. Hiasan (sesuai kreasi)

 Cara membuat: 
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Bersihkan toples bekas dari sisa label maupun isi
3. Buatlah hiasan sekreatif mungkin dengan ukuran yang cocok untuk tutup toples yang digunakan


4. Ambil tutup toples, lalu lekatkan hiasan yang telah dibuat didalamnya
5. Isi toples dengan glitter secukupnya
6. Tambahkan air dalam toples yang telah berisi glitter hingga penuh.


7. Tutup dengan hati-hati toples tersebut dengan tutup aslinya yang telah ditambahkan hiasan
8. Balik toples tersebut dalam posisi tutup toples berada di bawah
Golden Snow Ball siap menghiasi kamar anda ^^ 

Halo Bojonegoro... Bojonegoro memang hanya sebuah kabupaten kecil diantara ribuan kabupaten yang ada di indonesia. Namun, jangan meng...

Halo Bojonegoro...

Bojonegoro memang hanya sebuah kabupaten kecil diantara ribuan kabupaten yang ada di indonesia. Namun, jangan mengira kabupaten tersebut luput dari perhatian warga Indonesia. Mengapa? Satu alasan pastinya, Bojonegoro berlimpah kekayaan. Salah satunya kekayaan wisata berupa Api Abadi Kayangan, Bendungan Gerak, hingga Wonocolo. Nah, berbicara tentang Wonocolo, sudahkah anda mengenalnya? Wonocolo adalah salah satu tambang minyak di Bojonegoro. Mengingat Bojonegoro sangat berpotensi dalam mengembangkan kekayaan minyaknya, tidaklah heran jika Bojonegoro disebut surga minyaknya indonesia. Banyak manfaat yang dapat dirasakan warga Bojonegoro sendiri dari pengelolaan minyak itu sendiri, salah satunya ya DAK pendidikan. DAK pendidikan dinilai mampu mengurangi tingkat putus sekolah pada tingkat SMA. Bagaimana tidak, DAK pendidikan setiap tahunnya menyalurkan sejumlah Rp. 2.000.000; bagi setiap siswa SMA yang memiliki KK Bojonegoro. Untuk mengenal lebih jauh mengenai DAK pendidikan yang digagas pemerintah dan menuai sanjungan dari rakyat, simaklah uraian berikut 

  • PENGERTIAN DAK
Tahukah anda apa itu DAK? DAK atau Dana Alokasi Khusus adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBD yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. DAK sendiri tercipta beralaska dasar hukum yang diatur pada UU nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. peraturan menteri keuangan nomor 06/PMK.07/ 2012 tentang pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran transfer ke daerah, serta peraturan menteri keuangan nomor 165/PMK.07/2012 tentang pengalokasian anggaran transfer ke daerah. sedangkan kriteria pengalokasian DAK terdiri dari 3 kriteria, yaitu:
  1. Kriteria Umum, dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang tercermin dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja PNSD;
  2. Kriteria Khusus, dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus dan karakteristik daerah; dan
  3. Kriteria Teknis, yang disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana, serta pencapaian teknis pelaksanaan kegiatan DAK di daerah.
Dalam perkembangannya, Dana Alokasi khusus diarahkan untuk 8 kegiatan, salah satunya  dan yang sedang banyak dibicarkan di kabupaten Bojonegoro adalah DAK bidang pendidikan. 


  • PROSES PENCAIRAN DAK PENDIDIKAN KABUPATEN BOJONEGORO
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan sudah menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan ke rekening desa di  24 kecamatan untuk diteruskan kepada siswa penerima dengan jumlah total mencapai Rp38 miliar, per 26 Mei. pada tahun 2017 sendiri, peraturan mekanisme pencairan DAK diatur dalam petbub nomor 20 tahun 2017 tentang perubahan perbub nomor 8 tahun 2016 terkait pedoman pengelolaan DAK bidang pendidikan kabupaten bojonegoro.
Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto, di Bojonegoro, Senin, menjelaskan Bupati Bojonegoro telah mengeluarkan instruksi terkait DAK pendidikan melalui surat No. 900/547/412.303/2017 tertanggal 20 April 2017.
  1. Di dalam instruksi Bupati Bojonegoro Suyoto disebutkan besarnya DAK siswa/siswi kelas X dan XI yang masuk kategori orang tuanya miskin Rp2.100.000 per siswa/siswi.
  2. Kelas XII yang orangnya miskin Rp1.050.000 per siswa dan kelas X dan XI kategori orang tua mampu Rp2 juta per siswa/siswi, kelas XII orang tua mampu Rp1 juta per siswa/siswi, dan kelas XI yang orang tuanya PNS golongan I dan II Rp1 juta per siswa/siswi
  3. Selain itu kelas XII orangnya PNS golongan I dan II Rp500 ribu per siswa/siswi, kelas X orang tua PNS golongan III dan IV Rp500 ribu per siswa/siswi dan kelas XII orang tua PNS golongan III dan IV Rp250 ribu per siswa/siswi. 
  4.  sedangkan penyaluran bantuan pendidikan sendiri untuk kelas X dan XI harus memperoleh rekomendasi dari kepala sekolahnya masing masing, namun bagi kelas XII langsung diterimakan kepada siswanya.


  • KEGUNAAN BANTUAN DAK PENDIDIKAN
dalam realisasi program DAK pendidikan, tentunya pemerintah mengarapkan program tersebut mampu mengurangi angka putus sekolah dikarenakan tidak adanya biaya. pemerintah bojonegoro memberikan bantuan tunai kepada siswa SMA yang merupaan putra daerah agar digunakan untuk berbagai keperluan sekolah diantaranya membayar iuran wajib tiap bulan, membayar uang gedung, dan berbagai iuran guna meningkatkan mutu pendidikan. untuk itu, setiap siswa diharapkan mampu bertindak secara arif dalam penggunaannya. 
Mengingat saya juga salah satu penerima DAK pendidikan Bojonegoro, saya ingin memaparkan sedikit mengenai penggunaan bantuan DAK yang saya terima. Yang pertama pada kelas XI, seperti janji pemerintah kabupaten, setiap semesternya saya mendapatkan bantuan DAK pendidikan sebanyak Rp. 1.000.000; sehingga total dana DAK yang saya terima pada kelas XI adalah sebesar Rp. 2.000.000; dana tersebut saya gunakan untuk membayar iuran wajib tiap bulan. Selanjutnya pada kelas XII yang baru berjalan satu semester ini, saya mendapat bantuan dana DAK sebesar Rp. 1.000.000; namun mengingat padatnya jadwal kelas XII ini, saya belum sempat mengunjungi Bank BPR Bojonegoro guna mencairkan slip yang telah saya terima jauh jauh hari. Namun, rencananya saya juga akan tetap menggunakan bantuan dana pendidikan dari pemerintah tersebut untuk membayar iuran wajib bulanan. Dari bantuan dana tersebut, saya mengakui terbantunya beban kedua orang tua saya tiap bulannya. Untuk itu, saya mewakili seluruh siswa SMA Bojonegoro  mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya dalam realisasi program ini. Kami , terutama siswa dengan kondisi keuangan yang kurang memadai merasa sangat terbantu akan bantuan yang pemerintah berikan. Semoga pada tahun tahun mendatang, program ini masih berlanjut dan tentunya semakin disempurnakan guna menekan angka putus sekolah yang menjadi momok menyedihkan bagi potret pendidikan dalam negeri. 

Pendidikan Jaya, Indonesia Sejahtera!




tertanda

Calon radikula bangsa yang siap mengokohkan tiap tiap sendi Indonesia.